NADIKABAR.COM β Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkuat kualitas perencanaan dan kinerja pelaksanaan prioritas nasional di daerah melalui Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026 dan ini menjadi instrumen evaluasi bagi pemerintah daerah sekaligus mendorong sinergi pembangunan pusat dan daerah.
"Pembangunan nasional itu adalah agregasi dari pembangunan daerah. Jadi, kalau kami di sini merencanakan pembangunan nasional, sebenarnya kita ini merencanakan pembangunan daerah," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, anugerah PPD 2026 merupakan apresiasi atas prestasi dalam kualitas perencanaan, pencapaian kinerja pembangunan, dan inovasi, kali ini tema yang diusung yaitu βPerencanaan dan Kinerja Pelaksanaan Prioritas Nasional di Daerahβ.
"Kita ingin pada waktu merencanakan pembangunan daerah, bukan hanya di provinsi, kabupaten, kota, kecamatan, tapi juga kalau bisa sampai di desa," ujar Menteri Pambudy dalam kegiatan Penyerahan Penghargaan Pembangunan Daerah dan Knowledge Sharing Pembangunan Daerah 2026 di Gedung Bappenas.
PPD 2026 menetapkan daerah terbaik pada tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, serta penerima penghargaan khusus. Daerah yang berhasil mendapat predikat terbaik pertama di level provinsi adalah Jawa Barat, terbaik kedua DKI Jakarta, terbaik ketiga Jawa Tengah, terbaik keempat Sulawesi Selatan, dan terbaik kelima Sumatera Selatan.
Kemudian di level kabupaten, daerah terbaik pertama yakni Kendal, terbaik kedua Deli Serdang, terbaik ketiga Lampung Selatan, terbaik keempat Sumedang, dan terbaik kelima Sleman.
Lalu di level kota, daerah dengan predikat terbaik pertama adalah Surabaya, terbaik kedua Manado, terbaik ketiga Pekalongan, terbaik keempat Tangerang, dan terbaik kelima Balikpapan.
Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dan Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk.