NADIKABAR.COM β Kementerian PPN/Bappenas mendorong penerapan budi daya perikanan rendah karbon guna membuka akses produk ikan Indonesia, khususnya ikan nila, ke pasar ekspor premium seperti Amerika Serikat (AS) dan Kanada.
Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas Leonardo Adypurnama mengatakan, tuntutan ketertelusuran (traceability) produk perikanan semakin meningkat di pasar global.
Sebab saat ini ketertelusuran tidak hanya mencakup asal produk, tetapi juga memastikan proses produksinya dilakukan secara berkelanjutan.
βPembangunan rendah karbon ini tidak semata-mata atau perubahan dari bagaimana kita menghasilkan ikan, terutama melalui aquaculture ini tidak semata-mata ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Tapi sebenarnya merupakan bagian dari komitmen Indonesia untuk melaksanakan pembangunan rendah karbon,β ujar Leonardo saat meninjau Keramba Jaring Apung (KJA) milik PT Suri Tani Pemuka (Japfa) di Danau Toba, Sumatera Utara, Jumat.
Leonardo mengatakan, Indonesia sebelumnya berada di posisi kedua sebagai produsen sekaligus eksportir ikan nila dunia, namun pada 2025 posisi ini disalip Vietnam.