NADIKABAR.COM — Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menjembatani peluang pembiayaan proyek-proyek SDGs dalam SDG Certified Leadership Program dengan mempertemukan peserta dan pihak yang memiliki sumber daya pendanaan.
Manager Pilar Lingkungan Sekretariat Nasional SDGs Kementerian PPN/Bappenas Rachman Kurniawan mengatakan bahwa dalam hal ini, Bappenas berperan sebagai koordinator dan matchmaker yang menghubungkan pelaku usaha kecil dengan berbagai pihak yang memiliki sumber daya berbeda.
“Di tingkat nasional kita ini lebih bersifat sebagai koordinator dan matchmaker (penghubung). Jadi mempertemukan para pihak yang memiliki masing-masing resource,” kata Rachman di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu.
Rachman menjelaskan, kebutuhan pembiayaan sebenarnya dapat dipenuhi melalui konsep innovative financing yang tidak hanya mengandalkan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) maupun anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), tetapi juga melibatkan sumber pendanaan non-APBN dan non-APBD.
Skema tersebut, imbuh dia, dapat berbentuk blended finance maupun kolaborasi antarpihak yang memiliki anggaran dan sumber daya berbeda. Menurutnya, setiap aktor pembangunan memiliki kekuatan masing-masing yang dapat dipadukan untuk mendukung pelaksanaan proyek SDGs.
Rachman mencontohkan akademisi yang memiliki kekuatan pada pengetahuan, organisasi nonpemerintah (NGO) pada kemampuan advokasi, komunitas pada lokus sosial, filantropi pada sumber daya untuk bantuan, serta pelaku usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).