Ia menekankan pengembangan industri semikonduktor di Indonesia perlu melampaui kegiatan perakitan dan mencakup pembangunan ekosistem industri secara menyeluruh.

Menurut dia, pengembangan ekosistem tersebut perlu didukung kualitas SDM, termasuk melalui pendidikan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), serta penguatan pusat penelitian dan inovasi.

Ia menilai keunggulan sumber daya alam tidak cukup untuk meningkatkan daya saing ekonomi apabila tidak diiringi penguasaan teknologi dan inovasi. Tanpa keduanya, Indonesia berisiko terus menjual bahan mentah dengan nilai tambah terbatas.