Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga sebagai living laboratory untuk mempertemukan para pihak agar berkolaborasi, baik dalam hal pendanaan, aksi nyata, maupun pemikiran, guna melengkapi program-program besar skala nasional.

β€œKarena itu tidak bisa kita capai dengan kegiatan-kegiatan yang masif, besar, tapi di tataran nasional. Justru kita ingin melengkapinya dengan kegiatan-kegiatan yang kelihatannya kecil, tapi ketika diagregasikan menjadi sesuatu yang bermanfaat,” kata Rachman.

Adapun program leadership ini meliputi lokakarya, diskusi, penugasan, mentoring, hingga pengembangan Capstone Project. Pada tahun ini, program ini menerima 947 pendaftar dari 631 institusi atau organisasi di 32 provinsi yang kemudian diseleksi menjadi 50 peserta.

Rachman menjelaskan, para peserta telah dibekali peningkatan kapasitas secara teori dan praktik kelas pada lokakarya tahap pertama dan kedua. Sementara itu, Capstone Project menjadi bagian dari lokakarya tahap ketiga sebagai bentuk implementasi langsung di lapangan.