Rachmat menyampaikan bahwa kekayaan alam tidak akan memberikan dampak optimal tanpa ditopang oleh kualitas manusia yang mumpuni.
"Kalau resources yang kita miliki tidak didukung dengan pengembangan sumber daya manusia, maka resources yang kita ekspor hanya yang ekstraktif, tidak ada nilai tambah. Karena itu kita perlu membangun infrastruktur sosial," tuturnya.
Setelah kebutuhan gizi dasar dan kesehatan masyarakat terjamin, lanjut dia, pembangunan SDM diarahkan pada penguatan kualitas pendidikan, khususnya di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM).
Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dinilai sangat krusial agar Indonesia mampu mengolah sumber daya alam sendiri menjadi produk industri bernilai tambah tinggi, alih-alih sekadar menjual bahan mentah.