β€œKondisi tersebut menunjukkan bahwa daya tarik wisata dapat mengancam kelestariannya sendiri apabila tidak diimbangi dengan tata kelola yang ketat. Di sisi lain, ekowisata yang melibatkan masyarakat lokal seperti pemberdayaan masyarakat sebagai sumber penghidupan sekaligus sistem pengawasan kawasan,” ujarnya.

Tingginya angka kunjungan ini, kata Pungkas, turut menyisakan tantangan berupa timbulan sampah pendakian yang mencapai 30.359,52 kilogram dalam setahun, atau rata-rata sekitar 0,38 kilogram per pendaki.

β€œPraktik di Rinjani ini dinilai berkaitan erat dengan t arget ekosistem daratan dan pegunungan, serta tentang pariwisata berkelanjutan dan mengenai pengurangan sampah,” kata Pungkas.

Di kesempatan yang sama, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Budhy Kurniawan mendukung program konservasi dan ekowisata yang digaungkan oleh Kementerian PPN/Bappenas.