Dokumen yang perlu diperhatikan antara lain kartu keluarga, kartu identitas, dokumen kepemilikan, ijazah, serta dokumen asuransi jika ada. Simpan dokumen asli di tempat aman dan pertimbangkan membuat salinan digital yang terlindungi.
Untuk menghadapi keadaan darurat, Anda juga dapat menyiapkan sejumlah uang tunai secukupnya. Hal ini berguna ketika mesin ATM, jaringan pembayaran, atau layanan digital mengalami gangguan.
Pastikan uang dan dokumen disimpan di tempat yang aman dari air, api, serta akses orang yang tidak berkepentingan.
11. Perlengkapan darurat dan nomor penting
Selain barang untuk kebutuhan sehari-hari, rumah juga sebaiknya memiliki perlengkapan yang membantu keluarga menghadapi kondisi darurat.
Anda dapat menyiapkan tas siaga berisi air minum, makanan tahan lama, obat-obatan pribadi, perlengkapan P3K, senter, baterai cadangan, pakaian ganti, peluit, serta salinan dokumen penting dalam wadah tahan air.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyarankan masyarakat menyiapkan kebutuhan dasar untuk menghadapi keadaan darurat, termasuk persediaan makanan dan air, obat-obatan, alat penerangan, serta dokumen penting.
Simpan tas tersebut di tempat yang mudah dijangkau dan pastikan anggota keluarga mengetahui lokasinya. Periksa isinya secara berkala, terutama masa simpan makanan, kondisi baterai, dan kelengkapan obat.
Jangan lupa mencatat nomor penting, seperti kontak anggota keluarga, tetangga terdekat, layanan kesehatan, pemadam kebakaran, dan layanan darurat setempat. Simpan daftar tersebut dalam bentuk cetak agar tetap bisa diakses ketika ponsel kehabisan daya.
12. Tempat sampah dan kantong sampah
Tempat sampah membantu menjaga kebersihan rumah sekaligus memudahkan pengelolaan sampah sehari-hari.
Sebaiknya, gunakan tempat sampah yang mudah dibersihkan dan memiliki penutup, terutama untuk sampah dapur. Anda juga dapat memisahkan sampah organik dan anorganik agar lebih mudah dikelola atau disalurkan ke fasilitas daur ulang.
Sediakan kantong sampah dengan ukuran yang sesuai. Buang sampah secara rutin dan bersihkan tempatnya agar tidak menimbulkan bau maupun menarik serangga.
Jika memungkinkan, siapkan wadah terpisah untuk sampah yang dapat didaur ulang dan sampah berbahaya rumah tangga, seperti baterai bekas. Jangan membuang baterai atau limbah elektronik sembarangan karena dapat mencemari lingkungan.
13. Perlengkapan tambahan sesuai kebutuhan keluarga
Setiap rumah memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, barang penting yang perlu disediakan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi penghuni dan lingkungan tempat tinggal.
Jika memiliki bayi, misalnya, siapkan popok, tisu basah, perlengkapan makan, dan kebutuhan perawatan lainnya. Untuk rumah dengan hewan peliharaan, persediaan makanan, wadah minum, serta perlengkapan kebersihan hewan juga perlu diperhatikan.
Sementara itu, keluarga yang memiliki anggota dengan penyakit tertentu sebaiknya memastikan obat rutin dan perlengkapan medis yang diperlukan tersedia sesuai arahan tenaga kesehatan.
Jika tinggal di daerah yang rawan banjir atau bencana lain, sesuaikan perlengkapan darurat dengan risiko di sekitar rumah. Persiapan yang tepat akan lebih bermanfaat daripada membeli banyak barang yang sebenarnya tidak diperlukan.
Barang-barang penting di rumah tidak harus selalu berjumlah banyak atau mahal. Yang terpenting adalah memastikan kebutuhan dasar, kebersihan, keselamatan, dan kesiapsiagaan keluarga dapat terpenuhi.
Mulailah dengan memeriksa barang yang sudah tersedia, membuat daftar kebutuhan, lalu melengkapi kekurangannya secara bertahap. Simpan setiap perlengkapan di tempat yang mudah ditemukan dan periksa kondisinya secara berkala.
Dengan persiapan sederhana tersebut, aktivitas sehari-hari dapat berjalan lebih nyaman, sementara keluarga juga lebih siap menghadapi situasi yang tidak terduga, demikian mengutip BNPB dan sumber-sumber lain.