“Pada satu titik, di antara para striker yang kami pertimbangkan, Lautaro adalah salah satunya. Begitu klub mengatakan kepada kami bahwa dia tidak tersedia, kami bahkan tidak mencoba atau membahasnya lebih lanjut,” kata Deco.

Barcelona akhirnya mendatangkan Gabriel Jesus sebagai opsi rotasi untuk skuad asuhan Hansi Flick. Tapi, solusi mengejutkan justru muncul dari dalam tim dengan mengubah posisi Raphinha menjadi penyerang tengah.

Perubahan tersebut memberikan hasil luar biasa. Raphinha mencetak 14 gol dalam delapan pertandingan, termasuk 12 gol dalam tujuh laga LaLiga, sekaligus memuncaki daftar pencetak gol sementara di atas Lamine Yamal dan Kylian Mbappe.

“Kami senang karena menemukan sisi baru dari Raphinha. Namun, yang lebih penting adalah dia juga bahagia,” tutur Deco.