"Kami sudah menerima laporan dan pantauan soal pemotor yang menerobos taman di kolong Flyover Pesing untuk putar balik. Itu tidak boleh. Taman bukan jalur kendaraan. Selain merusak tanaman, manuver itu berisiko tabrakan, apalagi di jam ramai dari dua arah," jelas Chico.
Warga sekitar, Subandi (56), mengatakan kebiasaan pemotor menggunakan taman sebagai jalur putar balik bermula setelah lokasi putaran balik yang sebelumnya digunakan warga ditutup oleh Dinas Perhubungan.
"Sudah lumayan lama. Pokoknya semenjak puteran itu ditutup sama Dishub. Kalau jam-jam ramai, terutama pagi sama sore, memang sering kelihatan motor masuk ke area taman itu untuk putar balik," kata Subandi saat ditemui di sekitar Flyover Pesing, Sabtu (26/9/2026).