Pada dasarnya, memang sekolah diperbolehkan untuk mempersiapkan siswa menghadapi TKA. Namun, Yuli mengingatkan persiapan ini bukan berarti mengubah sekolah menjadi tempat latihan soal semata.
"Yang jauh lebih penting adalah memperkuat proses pembelajaran. Kita bantu anak-anak memahami konsep, membangun kemampuan bernalar, membaca dengan baik, menguasai numerasi, serta memiliki kepercayaan diri," tekannya.
Memang, capaian TKA 2025 di jenjang SMA belum bisa dikatakan memuaskan. Yuli membeberkan rata-rata capaian bahasa Indonesia berada pada angka 57,47; matematika 37,34; dan bahasa Inggris 26,87.
Hasil TKA itu disampaikan Yuli perlu menjadi bahan refleksi bersama. Dua mata pelajaran dengan nilai terendah yakni matematika dan bahasa Inggris murid perlu ditingkatkan.
"Maka jawabannya bukan sekedar memperbanyak latihan menjelang tes, tapi yang harus kita perkuat adalah kualitas pembelajarannya," kata Yuli lagi.