NADIKABAR.COM — Basarnas menghentikan operasi penyelaman dalam pencarian dan pertolongan (SAR) korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang belum ditemukan hingga hari ke-21, Sabtu.

Keputusan penghentian itu dilakukan karena kondisi jasad korban telah berubah sehingga operasi bawah air dinilai tidak lagi efektif jika dilanjutkan dalam kondisi saat ini.

“Pada beberapa hari pertama kondisi korban yang dievakuasi dari dalam kapal yang tenggelam masih memungkinkan untuk terapung, sehingga ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal, korban dapat diterima di atas air laut dengan komunikasi yang dimiliki tim,” kata Kepala Basarnas Mohammad Syafii dalam konferensi pers operasi SAR hari ke-21 kecelakaan KM Virgo Transport 8, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu malam.

Namun, kata dia, kondisi tersebut kini telah berubah seiring perubahan struktur kapal setiap hari sejak hari pertama operasi SAR.