Ia menjelaskan kondisi jasad yang telah terkontaminasi bakteri juga menjadi kendala bagi tim penyelam selama menjalankan tugas di bawah air, namun tim tetap berupaya melakukan evakuasi dengan memperhatikan kondisi korban.

“Jasad-jasad atau jenazah-jenazah ini juga sudah terkontaminasi bakteri. Nah, ini juga berisiko bagi penyelam kami,” ucapnya.

Putu menegaskan perubahan pada jasad memang terjadi, tetapi kondisi tersebut tidak membuat tubuh korban yang telah dievakuasi kehilangan keutuhan secara anatomis.