NADIKABAR.COM — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melakukan koordinasi antar-SAR dan unsur terkait setelah adanya hasil identifikasi korban bernama Sukarman (60), yang merupakan salah satu kru kapal Arupadatu I yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Kepala Basarnas Banten Al Amrad mengatakan sebagai langkah antisipasi dan pemantauan lanjutan, Basarnas telah membangun komunikasi lintas wilayah dengan Kantor SAR Bengkulu dan Lampung, termasuk melibatkan kelompok nelayan lokal di sekitar perairan yang menjadi lokasi penemuan jasad korban.

"Hingga saat ini kami sudah melakukan koordinasi dengan Kantor SAR Bengkulu dan Kantor SAR Lampung untuk wilayah pesisir, termasuk dengan para nelayan yang ada di sekitar wilayah tersebut," katanya dalam konferensi pers yang dipantau secara daring di Tangerang, Rabu.

Ia mengatakan unsur SAR di Bengkulu masih menjalankan pemantauan serta penyisiran terbatas di sekitar wilayah Pulau Enggano, Bengkulu, guna menindaklanjuti setiap informasi yang masuk dari masyarakat maupun nelayan setempat.

"Tindakan yang saat ini kami lakukan adalah koordinasi, termasuk edukasi kepada instansi terkait, nelayan dan masyarakat yang berada di wilayah pesisir, termasuk di sekitar Pulau Enggano," ujarnya.