Syafii menegaskan waktu tersebut merupakan gambaran dari sejumlah kejadian kapal sebelumnya. Basarnas tetap mendorong agar proses salvage Virgo Transport 8 dapat dilakukan lebih cepat karena masih berkaitan dengan pencarian korban.

"Pada saat kami konfirmasi bahwa ini tidak bisa dalam waktu cepat, akhirnya kami memaksimalkan seluruh personel Basarnas yang memiliki kemampuan untuk penyelaman, kami tarik," ujarnya.

Dia mengatakan dalam operasi pencarian, Basarnas mengerahkan personel dengan kemampuan khusus untuk melakukan penyelaman. Para penyelam bahkan menggunakan tabung double karena kondisi penyelaman di sekitar bangkai kapal membutuhkan tambahan oksigen dan kemampuan khusus.

"Karena itu kalau tadi kami lihat bahwa 1.200 orang cukup banyak, tapi untuk bisa melakukan operasi ini kami sampaikan bahwa kecelakaan kapal ini membutuhkan penanganan khusus dengan tenaga yang memiliki kompetensi khusus didukung oleh teknologi. Artinya sebenarnya kami melihatnya, andai saja kami memiliki kemampuan kapal yang cepat, mungkin tidak sampai 6 jam kami juga bisa hadir di tempat ini, itu yang pertama," jelasnya.

"Kemudian pada saat kondisi seperti ini, tidak semua tim penyelam, mungkin kalau di Indonesia lebih dari ribuan tim. Tapi untuk bisa masuk dalam kondisi seperti ini, akhirnya kami mendatangkan pertama, kapal yang dari Makassar, kami mendatangkan kapal yang dari Kendari, kami juga mendatangkan kapal dari Batam," imbuh dia.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi V DPR Lasarus mempertanyakan estimasi waktu yang dibutuhkan untuk melakukan salvage atau pengangkatan Kapal Virgo Transport 8. Basarnas mengatakan pengangkatan kurang lebih bisa dilakukan tiga bulan.