"Ya tujuannya mendokumentasikan nisan-nisan. Ndilalah pas selesai anak saya melihat benda unik," tutur Yoan.

Yoan menduga patahan arca itu lebih ke arca resi Agastya karena posisi Kamandalu di bawah. Patahan arca itu kini telah diserahkan kepada juru kunci Candi Merak untuk dirawat.

''Terus saya bersihkan, saya bawa pulang. Sekitar jam 17.30 WIB saya pasrahkan ke mas Muhammad Alib, juru pelihara Candi Merak untuk dirawat, " sambung Yoan.

Yoan menyatakan, posisi batu tersebut tidak terpendam dalam tanah, tapi terselip di tim redaksi pagar pendek agar tanah tidak longsor dekat nisan.