Sebagai puncak dari kegiatan itu, Tatler menganugerahkan Tatler Impact Awards untuk empat kategori utama, yaitu Business, Social Impact, Culture, dan Innovation. Khusus di Indonesia tahun ini, pengumuman Tatler Impact Awards dilakukan terlebih dahulu bertepatan dengan ajang Tatler Ball pada bulan Oktober.
Adeste mengungkap penilaian utama penghargaan Tatler Impact Awards ini diukur berdasarkan rekam jejak, kepemimpinan, serta keberlanjutan atau longevity dari suatu bisnis. Selain faktor tersebut, pihaknya juga menilai besarnya dampak positif serta komitmen nyata para tokoh bagi masyarakat luas.
"Jadi kenapa yang akhirnya menang Pak Irwan (di kategori bisnis)? Kami menilai Pak Irwan secara rekam jejak dan longevity. Salah satu unsur yang dinilai adalah longevity dari bisnis itu. Tidak cuma sukses soal semata-mata keuntungan, jadi memberikan pengaruh ke masyarakat juga sebagai tolak ukur kami," ungkapnya.
"Dari kriteria itu Sido Muncul memiliki nilai yang paling tinggi. Kita tidak hanya menilai dari sisi perusahaannya saja, tapi kita juga menilai leadership dan sosoknya," tambahnya.
Lebih lanjut, Adeste juga menilai salah satu produk Sido Muncul yakni Tolak Angin telah menjadi top of mind di tengah masyarakat Indonesia hingga sukses menembus pasar global. Sido Muncul berhasil mengubah citra jamu yang dahulunya identik dengan kesan tradisional menjadi produk yang relevan dengan gaya hidup modern dan diterima oleh lintas generasi.
"Kalau ditanya orang, siapa sih yang tidak tahu Tolak Angin? Ibaratnya itu sudah menjadi top of mind. Orang batuk-batuk sedikit saja bukan kerokan lagi, (sekarang) udah minum belum Tolak Angin," katanya.
(Foto: Dok. Alfi Kholisdinuka/NadiKabar)
Menurutnya, Sido Muncul juga berhasil membawa produknya diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Produk herbal tersebut kini tidak hanya menjadi kebutuhan harian di dalam negeri, tetapi juga mudah ditemukan di berbagai toko luar negeri.
"Sido Muncul berhasil membawa Tolak Angin diterima semua kalangan. Ibaratnya semua lapisan masyarakat dan generasi ke generasi tetap minum Tolak Angin. Itu sudah jadi kebutuhan pokok, jadi hal ini juga sangat menarik," jelasnya.
Oleh karena itu, keberhasilan menjaga relevansi produk di tengah masyarakat modern serta rekam jejak kepemimpinan yang berdampak luas inilah yang akhirnya mengukuhkan Irwan Hidayat sebagai figur terpilih di kategori bisnis.