NADIKABAR.COM — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Magelang, Jawa Tengah, menyebut desa dan masyarakatnya harus menjadi benteng pertama untuk menjaga agar suara pemilih tidak berubah menjadi komoditas transaksi atau politik uang.
Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang M. Habib Shaleh di Magelang, Kamis, menyampaikan pengawasan pemilu tidak mungkin sepenuhnya dilakukan oleh Bawaslu karena memiliki keterbatasan untuk melihat seluruh peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat.
Menurut dia, keterlibatan warga menjadi kekuatan penting dalam pengawasan partisipatif.
Ia menuturkan masyarakat yang peduli, berani menyampaikan informasi, serta menolak praktik yang merusak demokrasi, dapat membuat pengawasan menjadi jauh lebih kuat.
Tanggung jawab tersebut bukan hanya berada di tangan penyelenggara pemilu, tetapi juga pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, kelompok masyarakat hingga generasi muda.