NADIKABAR.COM — Warga menemukan bayi baru lahir dalam kondisi terbungkus dalam tas di tumpukan sampah depan RPTRA Maya Asri 13, Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (8/10) malam.
Bayi malang berjenis kelamin laki-laki tersebut pertama kali ditemukan oleh Khoirudin yang berjualan di seberang RPTRA sekira pukul 20.45 WIB.
Khoirudin menceritakan, penemuan bayi tersebut bermula ketika dirinya sedang duduk santai di warungnya. Namun, tiba-tiba didatangi oleh dua orang pengemudi ojek online (ojol) yang sedang mengobrol di atas sepeda motornya di depan RPTRA.
"Ada orang ojek online di depan RPTRA lagi ngobrol berdua. Terus saya dipanggil, 'Bang, sini bang, ada suara bayi nangis,' kata mereka. Pas saya samperin, ada tas di samping sampah depan pintu RPTRA," ujar Khoirudin kepada wartawan di dekat lokasi, Jumat.
Penasaran dengan suara tersebut, ia lantas mendekati lokasi dan melihat sebuah tas kain yang kancingnya tertutup rapat. Begitu kancing tas dibuka, ia terkejut menemukan sesosok bayi laki-laki berada di dalamnya.
"Tasnya tertutup rapat. Saya buka resletingnya beneran ada bayi. Bayinya dialasin seprei kecil dan dalam kondisi telanjang. Matanya melek, bersih, dan cakep banget," ungkapnya.
Ia menduga bayi tersebut baru saja dilahirkan beberapa saat sebelum dibuang karena saat ia menggendongnya, bercak darah segar masih menempel hingga mengotori pakaian milik Khoirudin.
"Baru lahir banget. Pas saya gendong, baju saya sampai kena darahnya. Tali pusar dan ari-arinya juga masih nempel," katanya.
Mengetahui kondisi bayi yang mulai kedinginan, Khoirudin langsung mengambil tindakan cepat membawa bayi tersebut ke bidan terdekat di sekitar pemukiman warga sebelum pihak RT dan kepolisian tiba.
"Karena nunggu RT agak lama, saya langsung bawa bayinya ke bidan di dalam gang biar ditangani. Takutnya kenapa-kenapa kan atau kedinginan. Alhamdulillah kondisinya sehat," jelasnya.
Saat ini, bayi tersebut telah dibawa oleh pihak Sudinsos Jakarta Barat usai kondisinya dipastikan dalam kondisi stabil.
Usai membawa bayi ke tempat yang aman, Khoirudin meminta kedua pengemudi ojol yang pertama kali mendengar suara tangisan untuk tidak pergi dari lokasi kejadian.
"Saya bilang ke ojolnya, 'Bro, lu jangan ke mana-mana. Ini polisi mau datang, saksinya kita bertiga, lu yang pertama manggil gua'. Jadi, mereka ikut nunggu," tambahnya.
Tak berselang lama, petugas dari Polsek Palmerah serta jajaran Buser langsung tiba di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi.
Berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian yang telah diperiksa pihak kepolisian, sempat terekam pergerakan seorang wanita yang membawa tas mencurigakan pada sore hari sebelum bayi ditemukan.
"Semalam CCTV sudah dicek sama Polsek. Ada gambar ibu-ibu bawa tas yang mirip sama tas tempat bayi itu ditemukan. Kejadian di CCTV sekitar jam 18.00 sampai 19.00 WIB," ungkap Khoirudin.
Ia mengecam tindakan orang tua yang tega membuang darah dagingnya sendiri di tempat sampah. Ia berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku pembuangan bayi tersebut.
"Harus ditangkap. Bagaimanapun itu anak sendiri, enggak mau tanggung jawab gimana," ucapnya.
Saat ini, kasus penemuan bayi laki-laki tersebut masih ditangani oleh Polsek Palmerah guna penyelidikan dan perburuan terhadap pelaku pembuangan bayi.