Rahmi menerangkan bahwa bayi tersebut diasuh oleh neneknya dengan kondisi tergolong tidak mampu yang sehari-hari mencari penghasilan tambahan dengan mengumpulkan kerang atau sisa gabah seusai panen untuk dikeringkan dan dijual.

"Kalau mamanya itu kasihan, biasa cari kerang atau kalau ada bekas potong padi orang yang tertinggal, dikumpulkan baru dijemur di pabrik. Hanya itu penghasilannya," katanya.

Terpisah, Kabid Humas Dinas Kominfo Bulukumba, Andi Ayatullah Ahmad mengklaim bahwa kasus ini tidak ada berkaitan dengan persoalan ekonomi. Namun, murni bayi tersebut mengalami sakit.

"Iya bukan persoalan ekonomi, meski memang neneknya tergolong orang miskin. Nakla tidak makan atau tidak bisa minum susu karena sakit, bukan karena tidak ada makanan atau tidak ada susu disiapkan. Makanya dikatakan tidak bisa makan dan minum susu," kata Andi Ayatullah kepada NadiKabar.com.

Berdasarkan keterangan dari nenek korban, kata Andi, bayi tersebut mengalami sakit hingga tidak bisa makan dan minum susu setelah terjatuh.