"Tadi malam jam 11-an, kita kan proses memadamkan api di Puncak Gunung Dulang. Kemudian saya mendengar suara-suara yang aneh, dikirain suara burung gitu kan. Akhirnya kita, kita cek, jadi pakai baterai, ternyata anak Surili. Akhirnya saya ambil. Pohonnya sudah terbakar, sekitarnya habis terbakar," tutur Dodo dilansir NadiKabar, Jumat (23/10/2026).

Dodo memperkirakan, karena tali pusar masih menempel, usia bayi itu baru sekitar satu minggu. Menurutnya, surili tersebut diduga ditinggal induknya kabur untuk menyelamatkan diri saat api mulai merembet ke dahan pohon setinggi lima meter itu. Karena lahan dan ranting sekitarnya sudah terbakar, untuk mengevakuasi surili tersebut, Dodo harus memotong dahan terlebih dahulu.

"Kan ada beberapa pohon yang kering tuh besar tinggi bisa 30 meteran. Jadi saya kan nggak mampu memadamkan karena itu harus dipotong dulu. Pohonnya harus ditebang, dirobohkan baru di clear-kan apinya dan diambil surlilinya. Waktu ditemukan nempel terus di dahan, kondisinya lemas. Mungkin sudah lama tidak menyusu dan sesak napas karena asap," tutur Dodo.