NADIKABAR.COM — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bekerja sama dengan Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) meningkatkan kesehatan masyarakat, termasuk dalam pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (PP ATM) bagi keluarga prasejahtera di Indonesia.

Dalam keterangan di Jakarta, Rabu, Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid menyampaikan optimisme terhadap kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis mengoptimalkan perluasan kontribusi zakat dalam mendukung akses dan kualitas layanan kesehatan masyarakat, sekaligus mendorong terwujudnya Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera.

"Dinas Kesehatan memiliki data, tenaga kesehatan, dan jaringan layanan hingga tingkat puskesmas. Sementara itu, Baznas memiliki dana zakat, infak, dan sedekah, data mustahik, serta jaringan Baznas di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Melalui sinergi ini, kita dapat memastikan pasien dari keluarga mustahik memperoleh pendampingan dan keberlanjutan pengobatan, sekaligus membantu menjaga kondisi sosial ekonomi keluarganya agar tetap berdaya dan terhindar dari risiko kemiskinan," katanya.

Menurut Sodik, keluarga prasejahtera merupakan kelompok rentan yang perlu mendapatkan perhatian dalam berbagai upaya peningkatan kesehatan.

Bagi Baznas, lanjut dia, kesehatan mustahik adalah prasyarat bagi tujuan yang lebih besar, yaitu mengubah mustahik menjadi muzaki. Tidak ada pemberdayaan ekonomi yang berhasil jika penerima manfaatnya tidak memiliki kesehatan yang memadai.

"Masalah kesehatan seringkali menjadi awal seseorang jatuh dalam kemiskinan. Melalui kolaborasi ini, Baznas berharap dukungan terhadap kelompok rentan dapat semakin diperkuat sehingga mereka memiliki kesempatan memperoleh kehidupan yang lebih sehat dan layak. Jangan sampai karena masalah kesehatan membuat semakin banyak masyarakat jatuh menjadi mustahik," ujar Sodik.

Sementara itu, Ketua Umum PP Adinkes M. Subuh menyambut baik terjalinnya kerja sama dengan Baznas RI. Ia menilai, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu faktor penting untuk memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit, terutama AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria.

Menurut dia, sinergi dengan Baznas menjadi peluang untuk memperluas dukungan terhadap program kesehatan masyarakat, terutama bagi keluarga prasejahtera.

"Kami tidak bisa sendirian dalam melakukan pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria di Indonesia. Penanganan persoalan kesehatan masyarakat membutuhkan kolaborasi. Dengan dukungan Baznas, kami berharap upaya pencegahan dan pengendalian penyakit dapat berjalan lebih optimal serta menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan," ujar Subuh.