NADIKABAR.COM — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyinergikan pengelolaan zakat dan penguatan layanan rumah singgah bagi mustahik yang menjalani perawatan medis.

Pimpinan Organisasi, Kelembagaan dan Pembinaan Daerah Baznas RI Saidah Sakwan dalam keterangan di Jakarta, Selasa, menyebut sinergi pengelolaan rumah singgah diarahkan untuk mengoptimalkan potensi zakat di daerah sekaligus menyelaraskan program Baznas dengan rencana pembangunan daerah guna mengatasi berbagai persoalan sosial dan ekonomi masyarakat di Provinsi Riau.

Ia menilai Provinsi Riau memiliki potensi penghimpunan zakat yang besar, khususnya dari sektor perkebunan kelapa sawit dan unit pengumpul zakat (UPZ) di lingkungan sekolah.

"Riau itu, Pak, potensinya besar sekali. Kemarin kami ke Kabupaten Kampar, ada satu koperasi yang mengelola zakat petani sawit. Setahun bisa mengelola Rp1,6 miliar," kata Saidah

Saidah menegaskan dana zakat yang dihimpun Baznas di daerah tidak dipotong untuk pusat, melainkan dikelola sepenuhnya di daerah untuk membantu mengatasi kemiskinan dan memenuhi kebutuhan mustahik setempat.

Ia menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas layanan rumah singgah pasien Baznas Provinsi Riau agar dapat menjangkau lebih banyak pasien dari keluarga mustahik yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama menjalani pengobatan.

"Dengan Baznas, Pak Gubernur punya keleluasaan untuk menangani persoalan mustahik yang enggak bisa dijangkau, dan saya kira Riau punya potensi itu," ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menyatakan dukungan Pemprov Riau terhadap penguatan peran Baznas, termasuk melalui penyediaan fasilitas kantor dan rencana penyiapan lahan untuk pembangunan rumah singgah bagi masyarakat dari daerah yang harus berobat ke rumah sakit.

"Harapan kita ke depan, saya ingin juga nanti membuatkan rumah singgah di dekat rumah sakit terdekat untuk masyarakat yang jauh-jauh bisa tinggal di rumah singgah Baznas, karena ini sangat membantu kemasyarakatan kita," ucap Hariyanto.