NADIKABAR.COM — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI membangun 10 unit hunian sementara (huntara) bagi penyintas gempa bumi yang tersebar di Kabupaten Manggarai Timur dan Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Huntara ini kami bangun agar para penyintas punya tempat tinggal yang layak dan aman selama menunggu pemulihan hunian permanen," kata Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Baznas RI, Idy Muzayyad dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Idy memaparkan pembangunan huntara tersebut tersebar di Kabupaten Manggarai Timur sebanyak sembilan unit, meliputi lima unit di Desa Gololijun, tiga unit di Desa Satar Kampas, dan satu unit di Desa Satar Punda Barat, serta satu unit di Kabupaten Ngada, tepatnya di Kelurahan Ite Jaya.

Ia menyebut bantuan ini masih terus bertambah menyesuaikan dengan kebutuhan warga setempat.

Menurut Idy, sejak awal terjadinya bencana, Baznas RI bergerak cepat menyalurkan berbagai bantuan tanggap darurat, mulai dari makanan, layanan kesehatan, air bersih, hingga pembangunan fasilitas penunjang bagi para penyintas.

Selain 10 unit huntara, Baznas RI juga telah mendistribusikan 145.100 liter air bersih, 84.250 porsi makanan dapur umum, memberi layanan kesehatan untuk 821 pasien, mendirikan empat masjid darurat hingga tiga sekolah darurat untuk membantu penyintas gempa bumi di NTT.

Baznas juga memberikan bantuan pendidikan bagi 1.000 mahasiswa asal NTT di wilayah terdampak bencana gempa untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Bantuan diberikan untuk membantu mahasiswa asal NTT agar tetap melanjutkan pendidikan di tengah kondisi ekonomi keluarga yang terdampak bencana gempa.

"Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengulurkan tangan dan bergotong royong membantu saudara-saudara kita di NTT agar mereka dapat segera bangkit dan memulihkan kehidupannya," ucap Idy Muzayyad.