"Pertama, pembuatan dan penerbitan buku tersebut sama sekali tidak menggunakan dana zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan masyarakat melalui BAZNAS," ujarnya.
Buku tersebut, lanjut Sodik, tidak ditulis atau diterbitkan oleh tim BAZNAS. Keterlibatan lembaga tersebut dalam peluncuran pada Rakornas BAZNAS 2026 berada dalam konteks sinergi kelembagaan tim redaksi MUI, Kementerian Agama, dan MPR dalam literasi dakwah keagamaan bukan sebagai bentuk keterlibatan BAZNAS dalam politik praktis.
Sodik juga menyampaikan Presiden Prabowo Subianto sebagai pribadi dan Kepala Negara RI selama ini memberi perhatian dan dukungan yang sangat besar terhadap tugas dan fungsi BAZNAS.