NADIKABAR.COM — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Agama (Kemenag) RI memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekosistem zakat di sektor pendidikan, salah satunya melalui Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana madrasah.
Deputi Pendistribusian, Pendayagunaan dan Pemberdayaan Baznas RI Imdadun Rahmat dalam keterangan di Jakarta, Kamis mengatakan kolaborasi berbagai pihak diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Menurutnya, seluruh pihak perlu bekerja sama dalam ekosistem yang saling mendukung dan memberikan manfaat.
Imdadun berharap Baznas di daerah dapat mendampingi madrasah yang membutuhkan bantuan dalam proses pendaftaran program. Pendampingan itu diperlukan karena madrasah di daerah terpencil terkadang mengalami kesulitan dalam melakukan pendaftaran secara daring.
"Adapun kepada Kementerian Agama, saya kira tidak perlu lagi saya sampaikan karena perannya yang (besar) dan keterlibatannya sudah jelas," katanya.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Bina Kelembagaan dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Muhibuddin mengapresiasi Program Madrasah Layak Belajar yang diinisiasi Baznas RI untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui perbaikan sarana dan prasarana madrasah.
"Saya kira ini merupakan satu langkah positif dan produktif yang perlu kita sambut dan gaungkan bersama. Kuncinya adalah kolaborasi. Membangun pendidikan yang berkualitas, termasuk dengan memperbaiki sarana dan prasarananya, tidak bisa hanya mengandalkan satu pintu kebaikan," ujarnya.
Muhibuddin menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan dukungan dari berbagai sumber pendanaan.
Karena itu, kolaborasi antara Baznas, pemerintah, lembaga pengelola zakat, dunia usaha, dan masyarakat diperlukan agar manfaat program dapat menjangkau lebih banyak madrasah.
"Dana yang amanah, kolaborasi yang terarah, pendidikan yang lebih berdaya," ucap Muhibuddin.