BBM satu harga membuat biaya operasional warga, mulai dari kebutuhan rumah tangga, transportasi hasil bumi, hingga aktivitas pertanian dan perkebunan, menjadi lebih terjangkau.

Tanpa adanya BBM satu harga, warga harus menanggung biaya angkut yang jauh lebih mahal, sehingga daya beli dan keuntungan hasil usaha mereka akan berkurang signifikan.Sistem pembagian jatah melalui mekanisme rekomendasi diterapkan agar keadilan terjaga. Warga yang tinggal lebih jauh mendapatkan jatah lebih banyak dibandingkan yang berdekatan dengan pusat kecamatan. Hal ini dilakukan karena biaya transportasi mereka lebih besar."Satu rekomendasi untuk warga sekitar mendapat 5–10 liter, jarak sedang 10-20 liter, sedangkan yang lebih jauh kami berikan 20 liter ke atas. Kami sesuaikan dengan jarak tempuh agar semua tetap terbantu," kata Kasnawi.