NADIKABAR.COM β Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar meminta masyarakat mewaspadai potensi gelombang laut tinggi diprakirakan hingga empat meter di perairan selatan Bali pada 3-6 Oktober 2026.
βPola angin permukaan di Bali diprakirakan hingga 25 knot,β kata Prakirawan BBMKG Wilayah III Maria Octorina di Denpasar, Bali, Jumat.
Pergerakan angin menjadi salah satu pendorong gelombang tinggi yang pada periode 3-6 Oktober diprakirakan bertiup dari arah timur-selatan dengan kecepatan hingga 25 knot atau sekitar 46 kilometer per jam.
Selain di perairan selatan Bali, prakiraan tinggi gelombang laut hingga empat meter berpeluang terjadi di Selat Lombok bagian selatan.
Sementara itu, tinggi gelombang laut hingga 2,5 meter diprakirakan terjadi di Selat Lombok bagian utara, Selat Badung, dan Selat Bali bagian selatan.
BBMKG Denpasar menjelaskan kondisi angin dan gelombang laut berisiko terhadap keselamatan pelayaran.
Operator kapal feri diminta mewaspadai kecepatan angin mencapai 21 knot atau sekitar 38 kilometer per jam dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
Selanjutnya, operator kapal tongkang dianjurkan waspada saat angin berkecepatan 16 knot atau sekitar 29 kilometer per jam dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Sedangkan pengguna perahu nelayan diminta mewaspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot atau sekitar 27 kilometer per jam dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Pihaknya mengimbau masyarakat dapat memantau informasi cuaca terkini dari BMKG, baik melalui media sosial @infobmkg, @bmkgbali dan aplikasi Info BMKG.