Dwi mengatakan air yang masuk ke jaringan tersier Daerah Irigasi Ciwaringin sejak 27 September pukul 09.00 WIB kemudian terus diarahkan menuju sawah, namun sejumlah titik masih membutuhkan tambahan dorongan.

"Pada titik yang membutuhkan dorongan lebih dekat ke lahan, kami kerahkan SIBANKER untuk membantu mengalirkan air," katanya.

Ia menuturkan SIBANKER menggunakan pompa alkon berukuran dua inci yang ditenagai delapan panel surya dan terhubung dengan power station, sehingga perangkat tersebut dapat dipindahkan mendekati sumber air.

“Di Desa Kedongdong, SIBANKER digunakan untuk membantu mengalirkan air menuju lahan pertanian seluas 1.132 meter persegi sebagai bagian dari penanganan kekeringan di wilayah tersebut,” ucap dia.