Menurut dia, penanganan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan ketersediaan sumber air di setiap wilayah, sehingga distribusi air dapat menjangkau lahan pertanian yang mengalami kekurangan pasokan.

Berdasarkan data, kata dia, selama periode tersebut tercatat 220 kejadian kekeringan dan dampak terkait, terdiri atas 147 kejadian pada lahan pertanian, 71 kejadian di permukiman, serta dua kejadian kebakaran hutan dan lahan.

β€œKabupaten Cirebon menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 76 kejadian, disusul Indramayu, Brebes, dan Majalengka masing-masing 35 kejadian, Sumedang 22 kejadian, Kuningan 14 kejadian, serta Garut tiga kejadian,” ujarnya.

Di Kabupaten Indramayu, lanjut dia, penanganan dilakukan melalui pompanisasi, pengaturan giliran air, pembersihan sedimen, dan penambahan suplai air.