Terkait net interest margin (NIM), ia menjelaskan bahwa kenaikan NIM BCA sejalan dengan pertumbuhan kredit produktif perseroan.

Adapun NIM BCA naik dari 5,32 persen pada kuartal II 2026 menjadi 5,41 persen pada kuartal III 2026, merujuk laporan keuangan perseroan. Sementara kredit produktif BCA mencapai Rp831 triliun per September 2026 atau tumbuh 17,2 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan kredit produktif tersebut ditopang oleh sejumlah segmen, yakni kredit korporasi yang tumbuh 20,9 persen (yoy), kredit komersial sebesar 7,8 persen (yoy), serta kredit usaha kecil dan menengah (UKM) sebesar 15,4 persen (yoy).

Vera mengatakan bahwa pertumbuhan kredit turut menopang peningkatan laba perseroan. Selain itu, catat dia, pertumbuhan dana murah (CASA) yang disertai biaya dana relatif stabil turut menopang pertumbuhan pendapatan bunga perseroan.