NADIKABAR.COM — Fajar baru saja menyingsing saat Hobir sudah menampakkan batang hidungnya di Pendopo Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Ada getar halus di jemarinya, bukan karena hawa dingin yang menusuk tulang, melainkan luapan kegembiraan yang sulit dibendung.

Pria renta itu datang dengan berjalan kaki. Langkahnya masih tegak, otot kakinya tampak kokoh, dan sorot matanya memancarkan optimisme yang jarang terlihat di usia senjanya.

Hari itu, Rabu (9/9/2026), menjadi tonggak sejarah bagi Hobir. Ia resmi menjadi salah satu dari 220 penarik becak di Kabupaten Tasikmalaya yang menerima bantuan satu unit Becak Listrik Indonesia dari Presiden Prabowo Subianto.

Sambil menyeka peluh yang membasahi pelipis, Hobir tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya, meski terselip sedikit ganjalan di benak.

"Alhamdulillah dapat, Pak. Tapi bingung nyimpennya," kata Hobir.

Kebingungan itu bukan tanpa alasan. Becak listrik pemberian Presiden ini memiliki dimensi yang lebih lebar dan tinggi dibandingkan becak kayuh konvensional miliknya yang ramping. Sementara itu, akses menuju rumahnya hanyalah gang sempit yang sulit dikompromi.

"Kan jalan ke rumah saya gang sempit, becak saya mah masih masuk tapi ini kan gede," ujarnya.