NADIKABAR.COM — Pernahkah Anda mendengar kata "bangsat" digunakan sebagai umpatan? Di balik maknanya yang kasar dalam percakapan sehari-hari, tahukah Anda bahwa kata tersebut sebenarnya adalah nama resmi untuk hewan kecil yang sangat mengganggu di tempat tidur?
Ya, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) VI Daring, selain merujuk pada orang yang bertabiat jahat, kata "bangsat" juga memiliki arti harfiah sebagai kutu busuk. Serangga kecil penghisap darah ini sering kali menjadi biang kerok rasa gatal luar biasa dan malam-malam tanpa tidur di rumah Anda.
Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu kutu busuk atau "bangsat", bagaimana mengenali gigitannya pada kulit, serta cara paling ampuh untuk mengatasi dan membasmi gigitan tersebut agar kulit Anda kembali sehat.
Kutu busuk adalah serangga kecil yang termasuk dalam genus Cimex. Spesies yang paling sering beraksi di kasur dan mengganggu manusia tim redaksi lain Cimex hemipterus dan Cimex lectularius. Dalam bahasa Inggris, hama ini populer dengan sebutan bed bugs.
Secara karakteristik fisik, kutu busuk memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Ukuran & Bentuk: Memiliki ukuran tubuh berkisar tim redaksi 4 hingga 12 milimeter. Bentuk badannya oval, pipih (gepeng), dan berwarna kecokelatan. Namun, jika baru saja menghisap darah, tubuhnya akan berubah menjadi kemerahan dan tampak lebih menggembung.
Cara Bergerak: Kutu busuk tidak memiliki kemampuan untuk terbang atau melompat karena hanya memiliki bantalan sayap pendek. Mereka bergerak murni dengan cara merayap atau berjalan dengan sangat cepat.
Bau Khas: Serangga ini mengeluarkan aroma manis namun musty (apek/busuk) dari kelenjar aroma di tubuhnya untuk berkomunikasi dengan sesama jenisnya.
Makanan: Mereka bertahan hidup dengan cara menghisap darah manusia atau hewan peliharaan, umumnya beraksi saat korban sedang tidur di malam hari sekali setiap 1 hingga 2 minggu.
Fakta menariknya, kutu busuk adalah makhluk yang sangat tangguh. Mereka sanggup bertahan hidup selama beberapa bulan tanpa mengonsumsi darah sama sekali.