NADIKABAR.COM — Lisandro Martinez dan Bruno Fernandes telah memberikan kritik terkait kondisi Manchester United. Namun, ada sudut pandang berbeda dari kritik yang dilancarkan kedua pemain tersebut.

MU dibabat Como dengan skor 1-4 di Giuseppe Sinigaglia dalam lanjutan Liga Champions, Kamis (22/10/2026) dini hari WIB. Hasil itu membuat Setan Merah sudah tidak menang dalam tujuh pertandingan beruntun di semua ajang: empat kalah dan tiga imbang.

Fernandes, yang merupakan kapten MU, mengkritik taktik Michael Carrick selepas laga melawan Como. Gelandang asal Portugal itu menyebut ada kesalahan keputusan staf kepelatihan karena tidak menginstruksikan man-to-man pressing.

"Itu adalah keputusan staf untuk tidak melakukan man-to-man pressing dan sesekali menyisakan ruang di lini belakang dan coba merebut bola. Namun terkadang, jika Anda terlalu banyak memberikan penguasaan bola pada tim-tim seperti ini, mereka justru menjadi percaya diri," ujarnya kepada TNT Sports.

"Itu adalah wewenang manajer dan staf untuk menilainya, bukan saya. Terkadang, Anda harus lebih berani saat berada di bawah tekanan, mengambil risiko dengan melakukan pressing tinggi agar lawan merasa tidak nyaman," sambungnya.

Sepekan yang lalu, Lisandro Martinez juga memberikan kritik usai MU kalah 0-2 di kandang Atletico Madrid dalam ajang Liga Champions. Bek asal Argentina melampiaskan kekalahan ke direksi klub.

Martinez menilai bahwa petinggi MU sudah gagal mendatangkan pemain oke untuk ajang Liga Champions. Kritik Martinez itu banyak dinilai mantan pesepakbola top bisa membuat suasana di MU makan runyam karena juga berpotensi menyinggung pemain yang ada.

"Kami menjalani musim yang fantastis musim lalu dan sekarang kami mengharapkan lebih banyak dari manajemen karena banyak tim juga mendatangkan pemain. Atletico memiliki tim yang luar biasa dan mereka pantas menang hari ini," kata Martinez yang dilansir dari BBC.

"Saya mengharapkan lebih banyak (investasi). 100 persen. Saya mengharapkan lebih banyak dari direktur teknik kami (Jason Wilcox)," dia menambahkan.

"Sejujurnya, sebagai pemain kami harus berbuat lebih banyak, tetapi juga penting ketika Anda membangun skuad yang kuat untuk siap menghadapi malam seperti ini. Malam ini mudah untuk menyalahkan pelatih, mudah untuk menyalahkan para pemain, tetapi kita juga harus melihat area lain," tegasnya.