Sementara itu, Yusuf bicara soal pembangunan industri pertahanan era Prabowo yang tumbuh pesat. Yusuf mendorong seluruh industri pertahanan berkontribusi dalam memperkuat TNI kita.

"Dan itu harapannya tidak hanya kekuatan TNI, tapi bagaimana ekonomi juga bergerak. Demikian juga teknologi transfer maupun pemanfaat teknologi baik secara pertahanan maupun berkolaborasi dengan kepentingan yang lain," ucap Yusuf.

"Seperti pemadam kebakaran dan lain sebagainya itu kita berkolaborasi dengan kementerian lain, sehingga apa yang sudah disiapkan oleh tugas-tugas yang kita terima itu bisa bermanfaat juga atau dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan nonpertahanan," tambahnya.

Agar alutsista Indonesia tidak diembargo di tengah dikotomi Amerika Serikat (AS) dan China, Yusuf menilai perlunya variasi produk dari berbagai pabrik dan negara. Selain itu, perlu semakin menguatkan industri dalam negeri.