"Belum sama sekali, ngarang banget kalau dibilang sudah mediasi," ujar Novrinia Indraswari.

Ia juga mengatakan rencana jajaran Polsek Batu untuk mendatangi rumahnya guna mengambil keterangan sekaligus memfasilitasi komunikasi belum terlaksana.

"Pihak polsek yang rencananya mau nemuin saya kemarin (Sabtu 5 September 2026) juga tidak datang dan tidak ngehubungi lagi," tegasnya.

Novrinia menegaskan belum ada titik temu maupun kesepakatan damai yang dibuat, baik di balai kelurahan maupun tempat lainnya. Ia pun menyayangkan munculnya informasi yang menyebut persoalan tersebut telah selesai.

Di tengah perbedaan keterangan tersebut, Lurah Ngaglik Ervan menjelaskan proses yang telah dilakukan pihak kelurahan. Ia mengatakan pihaknya memang telah memanggil pria yang membakar sampah bersama istrinya ke kantor kelurahan pada Kamis (3/9/2026).

Namun, menurut Ervan, pertemuan tersebut baru dilakukan dengan pihak pembakar sampah. Pihak kelurahan kemudian berupaya menghubungi Novrinia untuk mengundangnya dalam mediasi.

"Hari Kamis itu rencana kami mediasi. Terduga pelaku pembakaran bersama istrinya kami panggil ke kantor kelurahan. Kami beri klarifikasi dan pengarahan agar tidak mengulang lagi. Mereka menyadari kesalahan dan sanggup untuk tidak membakar sampah lagi," ujar Ervan.

Setelah pihak pembakar sampah mengakui kesalahannya, Ervan menugaskan perangkat kelurahan didampingi Ketua RT dan RW setempat untuk mendatangi rumah pengunggah video, Novrinia Indraswari, guna mengundangnya mediasi bersama di kantor kelurahan.