NADIKABAR.COM — Persib Bandung dipastikan menghadapi tantangan berat di fase grup AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027. Setelah menyingkirkan Manila Digger lewat kemenangan 1-0 pada playoff, Maung Bandung masuk Grup E Zona Timur dan akan berhadapan dengan FC Seoul, Melbourne Victory, serta The Cong Viettel.
Ketiga klub tersebut datang dengan karakter berbeda. FC Seoul membawa nama besar Korea Selatan dan menjadi klub dengan nilai pasar skuad paling tinggi di grup. Melbourne Victory punya tradisi juara kuat di Australia, sementara The Cong Viettel datang dengan modal sebagai runner-up V.League 1 2025/26.
Berikut kekuatan tiga lawan Persib di fase grup kasta kedua kompetisi antarklub Asia
FC Seoul layak ditempatkan sebagai lawan paling berat Persib. Klub yang bermarkas di Seoul World Cup Stadium itu memiliki sejarah panjang di sepak bola Korea Selatan dan berdiri sejak 1983. Dalam sejarahnya, klub ini pernah menjadi juara K League 1 sebanyak enam kali.
Yang membuat FC Seoul semakin berbahaya adalah kualitas materi pemainnya. Berdasarkan data Transfermarkt, nilai pasar skuad FC Seoul berada di kisaran Rp178,6 miliar, paling tinggi di tim redaksi tiga lawan Persib di Grup E.
Beberapa pemain dengan nilai pasar terbesar adalah Yazan Al-Arab (Rp17,3 miliar), Juan Antonio Ros (Rp15,6 miliar), dan Hrvoje Babec (Rp15,6 miliar).
Di lini depan, perhatian Persib patut diarahkan kepada Patryk Klimala. Penyerang asal Polandia itu diboyong FC Seoul dari Slask Wroclaw pada 2025 dengan nilai pasar Rp9,5 miliar. FC Seoul juga memiliki Anderson Oliveira, winger Brasil bernilai sekitar Rp11,3 miliar.