NADIKABAR.COM — Sebuah rekaman yang menampilkan seorang pemuda bernama Pajar Klana dalam kondisi mengenaskan dengan tangan terikat dan mata tertutup beredar luas di media sosial dan memicu kehebohan warga.
Dalam kejadian yang mencuri perhatian publik itu, Pajar mengaku bahwa dirinya menjadi korban aksi pembegalan di kawasan Jalur Pantura, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Dia pertama kali ditemukan warga di depan Rumah Makan Renata, Blanakan, Subang, pada Rabu (25/8/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.
Namun, penyelidikan mendalam yang dilakukan pihak kepolisian justru membongkar fakta yang sama sekali berbeda dari laporan awal. Kejadian tersebut terbukti bukan murni tindak kejahatan jalanan, melainkan sebuah skenario palsu yang diduga kuat berkaitan dengan jaringan peredaran narkoba.
Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, kejadian bermula saat korban hendak mengambil barang haram yang diduga berupa tembakau sintetis (sinte) di area persawahan Dusun Mandala, Desa Mandalawangi, Kecamatan Sukasari, Subang.
"Setibanya di lokasi, korban dihampiri oleh tiga orang pelaku yang berjalan kaki. Mata korban langsung ditutup menggunakan tisu, sementara kedua tangannya diikat ke belakang. Korban kemudian dipaksa masuk ke dalam mobil pelaku sebelum akhirnya dibuang di wilayah Blanakan," kata Kapolres Subang AKBP Andi Purwanto, Selasa (1/9).