NADIKABAR.COM — mudi terekam berbuat mesum di Taman Merjosari, Kota Malang. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggandeng Satpol PP untuk memperketat pengawasan di area publik.
Langkah ini diambil lantaran minimnya jumlah personel Polisi Taman (Poltam) yang dimiliki DLH saat ini. Dari sekitar 90 taman yang tersebar di wilayah Kota Malang, instansi tersebut hanya didukung oleh sembilan orang petugas Poltam (Polisi Taman).
Plt Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang mengatakan, bahwa pola pengawasan di Taman Merjosari akan diselaraskan dengan model penjagaan yang sudah berjalan di Alun-alun Merdeka Kota Malang.
"Kalau di Alun-alun Merdeka, kami sudah kerja sama dengan Satpol PP. Kalau lainnya kan ada 90-an taman, kami hanya punya 9 Poltam," kata Raymond saat dikonfirmasi, Senin (31/8/2026).
Meskipun laporan resmi mengenai kejadian tersebut belum masuk ke pihak DLH, Raymond memastikan tindakan tegas tetap diambil.
Kerja sama lintas instansi dengan Satpol PP difokuskan pada pembagian tugas pengamanan secara merata serta penambahan personel di titik-titik yang dinilai rawan.
Selain penambahan anggota di lapangan, DLH juga berencana mengatur ulang jam operasional petugas pengawas. Penyesuaian shift akan diprioritaskan pada taman-taman aktif yang memiliki tingkat kunjungan tinggi dari masyarakat.
"Ke depan kami kerja sama dengan Satpol untuk menambah personel di sana (Taman Merjosari) dan untuk shift taman yang mungkin banyak dikunjungi akan kami tambah," tegas Raymond.
Melalui pengawasan dan penguatan patroli bersama Satpol PP, DLH Kota Malang optimistis ruang terbuka hijau di wilayahnya dapat kembali berfungsi sebagai fasilitas publik yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Yang pasti kami akan mencoba untuk shift petugas, yang akan kami tambahkan di lokasi tersebut," pungkasnya.