Mereka bertiga kemudian menuju sebuah hotel lokasi teman pelaku menginap. Korban sudah berada dalam kondisi tidak sadar dan tidak berdaya namun kembali diajak pesta miras lagi.

Namun di hotel tersebut tak menyediakan miras karena tengah bulan Ramadan. Pelaku kemudian meminta diantar ke hotel lain di kawasan Surabaya Barat yang katanya ada teman-temannya dari Korea.

"Waktu itu saya sudah gak kuat rasanya mau pingsan. Lalu naik ke atas masuk ke dalam hotel dengan membawa dokumen-dokumennya pelaku. Ternyata di hotel itu gak ada siapa-siapa," tuturnya.

Dalam kondisi yang sudah lemah itu, korban mendorong tubuhnya ke kasur. Korban sebenarnya hendak bangkit lagi, namun malah ditampar dan dijambak dan tak sadarkan diri.

Keesokan paginya korban bangun tidur dan menyadari sudah dalam keadaan telanjang, begitupun dengan pelaku. Tangan pelaku ada di perutnya. Korban lantas ketakutan dan segera mengenakan pakaiannya.

Usai kejadian itu, korban menjadi sering dipanggil ke ruangan pelaku saat di resto. Korban sendiri bekerja sebagai sekretaris restoran tersebut.