NADIKABAR.COM — benar memboikot siaran Liga Spanyol, imbas kemarahan publiknya pada Kylian Mbappe. Presiden LaLiga, Javier Tebas, merespons begini.

Tak ada siaran pertandingan LaLiga ditampilkan di China akhir pekan lalu. Saluran CCTV, stasiun televisi nasional, tak menampilkan pertandingan Mbappe dkk di negaranya.

Aksi itu menjadi pembuktian sikap China, yang mengutuk keras Mbappe karena meledek tokoh pendiri bangsanya, Mao Zedong. Meski striker Real Madrid itu sudah meminta maaf, boikot tetap dilakukan.

Presiden LaLiga, Javier Tebas, mengaku masih terus berusaha menjalin dialog dengan perwakilan China. Ia berharap hubungan yang baik bisa meredakan ketegangan yang terjadi.

"Saat ini kami sedang memantau perkembangan situasi. Mengingat bagaimana insiden tersebut terjadi, semuanya bergantung pada meredanya ketegangan dan merangsurnya keributan," kata Javier Tebas dalam Forum Barcelona, melansir Sport.

"Dialog akan terus berlanjut. Kami sedang berkomunikasi dengan pihak berwenang Tiongkok baik di Madrid maupun Beijing, dan kami akan menunggu untuk melihat bagaimana perkembangannya," katanya.

Tebas disebut sudah bertemu dengan Yaojing Ju, Duta Besar China untuk Spanyol, pekan lalu. Ia berharap hubungan erat sepakbola China dan Spanyol dapat membantu menyelesaikan konflik ini.

"Kami telah menyusun strategi bersama pihak berwenang politik dan olahraga Tiongkok selama beberapa tahun. Kami memiliki kesepakatan yang baik dengan Shen Haixiong, presiden Administrasi Umum Radio dan Televisi Pusat (China Media Group), organisasi induk dari CCTV."

"Shen Haixiong telah mengunjungi La Liga, dan saya telah bertemu dengannya. Setiap kali saya pergi ke Beijing, saya mengadakan pembicaraan dengannya," kata Javier Tebas.