NADIKABAR.COM — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menekankan pentingnya penguatan literasi keuangan di tengah pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia yang telah melampaui 32,4 juta Single Investor Identification (SID), terutama dari kalangan generasi muda yang memanfaatkan platform digital.
Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum BEI, Umi Kulsum mengatakan bahwa peningkatan jumlah investor perlu diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai manfaat, risiko, serta keamanan dalam berinvestasi supaya masyarakat mampu mengambil keputusan secara rasional.
"Pertumbuhan jumlah investor harus berjalan seiring dengan peningkatan pemahaman dan ketahanan investor," ujar Umi dalam acara Ring the Bell for Financial Literacy 2026 di Main Hall BEI, Jakarta, Rabu.
Menurut dia, keterbukaan akses investasi melalui platform digital memberikan peluang bagi masyarakat untuk berpartisipasi di pasar modal Indonesia, namun kemudahan tersebut juga perlu disertai kewaspadaan terhadap penipuan dan berbagai modus investasi ilegal.
Dalam kegiatan yang bagian dari kampanye global World Investor Week tersebut, BEI mengusung tema Stay Smart, Stay Alert, Stay Resilient atau menjadi cerdas, waspada, dan tangguh dalam berinvestasi.