Umi mengungkapkan, kampanye tahunan yang diinisiasi oleh International Organization of Securities Commissions (IOSCO) sejak tahun 2017 tersebut melibatkan Bursa Efek dari berbagai negara untuk meningkatkan literasi sekaligus memperkuat perlindungan investor.
Ia melanjutkan, investor yang cerdas tidak hanya memahami cara membeli produk investasi, namun juga mengetahui manfaat dan risiko dari instrumen yang dipilih.
Sementara itu, investor yang waspada perlu memverifikasi informasi dan menjaga keamanan data pribadi, khususnya di tengah perkembangan ekosistem digital.
Adapun ketahanan investor, lanjutnya, tercermin dari kedisiplinan dalam menjalankan strategi investasi serta kemampuan menghindari keputusan impulsif ketika kondisi pasar mengalami gejolak.
βInvestor yang tangguh tetap disiplin serta tidak mengambil keputusan secara impulsif ketika pasar sedang berfluktuasi,β kata Umi.