"China mengapresiasi pernyataan yang disampaikan oleh pimpinan Indonesia. Selama bertahun-tahun, China dan Indonesia telah memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan di bidang energi, pertambangan, dan sektor lainnya dengan memanfaatkan keunggulan masing-masing; hal ini telah memberikan manfaat nyata bagi kedua negara dan masyarakatnya," ungkap Mao Ning.

Langkah tersebut dinilai Mao Ning bertujuan untuk lebih mendukung Indonesia dalam mengubah keunggulan sumber dayanya menjadi momentum pembangunan serta berkontribusi pada kemakmuran Indonesia.

"Kami yakin bahwa pemerintah Indonesia akan terus melindungi hak dan kepentingan yang sah dari perusahaan-perusahaan Tiongkok serta menyediakan lingkungan bisnis yang terbuka, adil, transparan, dan bersahabat," tambah Mao Ning.

Prabowo menyebut berdasarkan laporan Menteri Investasi, realisasi investasi di kawasan IWIP telah mencapai sekitar 20 miliar dolar AS, dengan rencana pengembangan investasi sebesar 7 miliar dolar AS pada masa mendatang.

Pengembangan kawasan tersebut juga dilaporkan telah menyerap lebih dari 100 ribu tenaga kerja.

Empat proyek yang mulai beroperasi komersial di kawasan itu adalah Blue Sparking Energy, REPT Battero Indonesia, Pioneer Aluminium Industries, dan XCMG Indonesia Manufacturing.