Sedangkan tujuh proyek yang baru melaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) yaitu Guangqing Nickel Cobalt, Eno Prima Material, Tinci Materials Indonesia, Weda Bay Aluminium, Bintang Karya Aluminium, Flat Solar Energy Indonesia, dan Guangqing Motor Indonesia.
Ketujuh proyek tersebut mencakup material baterai berbasis nikel, separator dan elektrolit baterai, aluminium elektrolitik, truk listrik untuk pertambangan dan industri, serta kaca fotovoltaik untuk panel surya.
Bila diurutkan, daftar itu membentuk rantai produksi yang nyaris utuh, dari bahan kimia baterai hingga kendaraan yang memakainya.
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani dalam laporannya menjelaskan empat proyek yang beroperasi komersial bernilai 3,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp60 triliun, sedangkan proyek yang dimulai pembangunannya bernilai 6,8 miliar dolar AS.
Industri pengolahan di Maluku Utara, menurut Rosan, menyumbang hampir separuh produk domestik bruto provinsi itu.