NADIKABAR.COM — Kementerian Luar Negeri China mengungkapkan dukungannya terhadap perusahaan-perusahaan Tiongkok yang beroperasi dan melakukan ekspansi di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara.
"Kesuksesan perusahaan-perusahaan China di Indonesia juga merupakan kesuksesan bagi Indonesia. Kami akan bekerja sama dengan Indonesia untuk menindaklanjuti kesepakatan strategis antara kedua presiden dan terus memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan di bidang-bidang terkait," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (13/10).
Presiden Prabowo sebelumnya meluncurkan program hilirisasi senilai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp180 triliun berupa ekspor perdana baterai kendaraan listrik dan peluncuran 11 proyek program hilirisasi di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Kamis (8/10).
Dalam kesempatan itu, dia mengatakan pemerintah berkomitmen menjaga kemitraan dengan para investor yang telah memberikan kepercayaan untuk bersama-sama membangun kesejahteraan dan kemakmuran.
"Terima kasih atas kemitraan dan kepercayaan saudara-saudara. Semoga kemitraan kita dan persahabatan kita membawa kedua bangsa kita Semakin erat, semakin dekat, dan semakin membawa manfaat untuk rakyat kita bersama," ucap Prabowo.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menghormati dan mengamankan seluruh investasi yang ditanamkan di Indonesia, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.
"China mengapresiasi pernyataan yang disampaikan oleh pimpinan Indonesia. Selama bertahun-tahun, China dan Indonesia telah memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan di bidang energi, pertambangan, dan sektor lainnya dengan memanfaatkan keunggulan masing-masing; hal ini telah memberikan manfaat nyata bagi kedua negara dan masyarakatnya," ungkap Mao Ning.
Langkah tersebut dinilai Mao Ning bertujuan untuk lebih mendukung Indonesia dalam mengubah keunggulan sumber dayanya menjadi momentum pembangunan serta berkontribusi pada kemakmuran Indonesia.
"Kami yakin bahwa pemerintah Indonesia akan terus melindungi hak dan kepentingan yang sah dari perusahaan-perusahaan Tiongkok serta menyediakan lingkungan bisnis yang terbuka, adil, transparan, dan bersahabat," tambah Mao Ning.
Prabowo menyebut berdasarkan laporan Menteri Investasi, realisasi investasi di kawasan IWIP telah mencapai sekitar 20 miliar dolar AS, dengan rencana pengembangan investasi sebesar 7 miliar dolar AS pada masa mendatang.
Pengembangan kawasan tersebut juga dilaporkan telah menyerap lebih dari 100 ribu tenaga kerja.
Empat proyek yang mulai beroperasi komersial di kawasan itu adalah Blue Sparking Energy, REPT Battero Indonesia, Pioneer Aluminium Industries, dan XCMG Indonesia Manufacturing.
Sedangkan tujuh proyek yang baru melaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) yaitu Guangqing Nickel Cobalt, Eno Prima Material, Tinci Materials Indonesia, Weda Bay Aluminium, Bintang Karya Aluminium, Flat Solar Energy Indonesia, dan Guangqing Motor Indonesia.
Ketujuh proyek tersebut mencakup material baterai berbasis nikel, separator dan elektrolit baterai, aluminium elektrolitik, truk listrik untuk pertambangan dan industri, serta kaca fotovoltaik untuk panel surya.
Bila diurutkan, daftar itu membentuk rantai produksi yang nyaris utuh, dari bahan kimia baterai hingga kendaraan yang memakainya.
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani dalam laporannya menjelaskan empat proyek yang beroperasi komersial bernilai 3,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp60 triliun, sedangkan proyek yang dimulai pembangunannya bernilai 6,8 miliar dolar AS.
Industri pengolahan di Maluku Utara, menurut Rosan, menyumbang hampir separuh produk domestik bruto provinsi itu.