Berbagai korporasi yang terlibat akan mengadakan pertemuan rutin untuk membahas pengembangan stasiun pengisian daya, penetapan tarif yang sesuai, hingga pembangunan vertiport — fasilitas pendaratan dan lepas landas khusus taksi terbang.
Mereka akan memutuskan terkait rencana pembentukan perusahaan patungan sebagai operator resmi layanan tersebut pada musim panas tahun depan.
Sebelumnya, pihak MUFG Bank telah menyampaikan ketertarikan perusahaan untuk ikut mengembangkan moda transportasi udara tersebut.
"Kami ingin menjajaki bagaimana cara untuk mengembangkan infrastruktur transportasi baru itu," kata Shin Kitamura, seorang pejabat eksekutif senior MUFG Bank, dalam sebuah konferensi pers di Osaka pada awal Oktober lalu.
Langkah para pelaku usaha tersebut sejalan dengan peta jalan pemerintah Jepang yang menargetkan komersialisasi layanan transportasi udara generasi terbaru itu dapat terwujud pada 2027-2028.