NADIKABAR.COM — Sebanyak 17 rumah di Jalan Kebon Pala 2 Nomor 18, RT 07/RW 04, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, terbakar diduga akibat korsleting listrik.

"Kemungkinan 17 rumah. Dari informasi sementara, dugaan dari fenomena kelistrikan. Cuma nanti kepastiannya setelah kami melakukan penyelidikan penyebab kebakaran," kata Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur Abdul Wahid di Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis.

Abdul menyebut petugas masih melakukan pendataan terhadap bangunan terdampak kebakaran.

Berdasarkan kronologi, Sudin Gulkarmat Jakarta Timur menerima laporan kebakaran dari warga sekitar pukul 10.00 WIB.

Petugas kemudian mengerahkan 10 unit pemadam kebakaran dengan 50 personel untuk memadamkan api di lokasi.

"Petugas dari Sektor Matraman tiba di lokasi sekitar pukul 10.04 WIB dan langsung memulai operasi pemadaman pada pukul 10.05 WIB," ujar Abdul.

Petugas kemudian berhasil melokalisasi kebakaran pada pukul 10.43 WIB. Setelah api berhasil dikendalikan, proses pendinginan dimulai sekitar pukul 11.10 WIB untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi kembali membesar.

"Operasi pemadaman dan penanganan kebakaran dinyatakan selesai pada pukul 11.55 WIB," ucap Abdul.

Abdul mengatakan objek yang terbakar merupakan rumah tinggal dengan jenis bangunan rendah.

Kondisi permukiman yang saling berdekatan membuat petugas perlu melakukan penanganan secara cepat untuk mencegah api menjalar ke bangunan lainnya.

Abdul memastikan tidak ada korban meninggal akibat kebakaran. Sebanyak 16 KK dengan 70 jiwa berhasil diselamatkan.

"Sejauh ini tidak ada korban. Memang sempat kami diinformasikan ada korban meninggal dunia di awal, kemudian kami cek yang meninggal itu berjauhan dari titik api," jelas Abdul.

Orang yang meninggal tersebut berada sekitar 20 meter dari titik kebakaran. Abdul menyebut warga yang dinyatakan meninggal itu diketahui baru datang ke rumah di sekitar lokasi kebakaran, setelah menjalani cuci darah karena kondisi kesehatan.

"Jadi berkembang informasi ada korban meninggal akibat kebakaran, tapi ternyata bukan karena kebakaran," kata Abdul.

Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan untuk mengetahui total kerugian akibat kebakaran rumah dengan luas sekitar 200 meter persegi milik Eneng Jonathan.