NADIKABAR.COM — Sebanyak 11 siswa SDN 1 Sumberagung, Jetis, Bantul korban keracunan makan bergizi gratis (MBG) belum masuk sekolah hari ini. Sedangkan untuk siswa yang menjalani rawat inap tinggal satu orang saja.

"Untuk yang tidak berangkat hari ini ada 11 murid," kata Kepala SDN 1 Sumberagung, Parjiyatmi kepada wartawan di Jetis, Bantul, Rabu (9/9/2026).

Sedangkan guru yang sempat mengalami keracunan MBG hari ini sudah mengajar lagi. Parjiyatmi juga mengungkapkan, 11 siswa itu termasuk satu orang yang menjalani rawat inap.

"Yang opname kan dua murid, tapi hari ini ada yang satu sudah keluar, sudah pulang. Jadi tinggal satu lagi (yang rawat inap)," ujarnya.

Parjiyatmi juga menambahkan, kegiatan belajar mengajar di SDN 1 Sumberagung sudah berjalan seperti biasa. Meskipun dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul sempat melakukan surveilans apakah masih ada murid yang terdampak keracunan MBG.

Diberitakan sebelumnya, puluhan murid SDN 1 Sumberagung, Jetis, Bantul serta satu guru keracunan MBG. Usai kejadian dugaan keracunan, SDN 1 Sumberagung untuk sementara waktu tidak akan menerima MBG.

Kepala SDN 1 Sumberagung, Parjiyatmi, mengatakan ada 50 murid yang terdampak gejala keracunan MBG. Tak hanya itu, ada juga tiga guru yang terdampak gejala tersebut.

"Nah, hari ini yang tidak berangkat ada 32 murid dan satu guru," katanya saat dihubungi detikJogja, Selasa (8/9).

Rinciannya, dari 32 murid itu ada yang masih menjalani perawatan medis. Kedua murid itu masing-masing menjalani perawatan di Puskesmas Jetis I dan Rumah Sakit Panembahan Senopati Bantul.

"Untuk satu guru menjalani perawatan di rumah," ujarnya.