25 poin, 12 rebound, dan 11 assist.

Kategori yang paling umum digunakan adalah poin, rebound dan assist. Namun, triple-double juga bisa melibatkan steal atau block.

Jika seorang pemain mencapai 10 dalam empat kategori statistik, istilahnya berubah menjadi quadruple-double.

Konsepnya mirip triple-double, tetapi hanya membutuhkan dua kategori statistik yang mencapai dua digit.

Statistik ini sangat sering digunakan untuk menggambarkan performa pemain, terutama center dan big man yang biasanya memiliki peluang besar mengumpulkan poin serta rebound.

Setelah pertandingan selesai, kamu biasanya akan melihat tabel berisi statistik setiap pemain.

Di sana biasanya terdapat informasi seperti menit bermain, poin, rebound, assist, steal, block, turnover, serta persentase tembakan.

Kalau kamu ingin memahami seberapa bagus penampilan seorang pemain tanpa menonton seluruh pertandingan, box score bisa menjadi titik awal yang cukup berguna.

NBA bahkan menyediakan berbagai statistik tradisional dan lanjutan dalam database resminya.

Tiga persentase ini juga akan sering muncul.

FG% adalah persentase keberhasilan semua field goal, baik tembakan dua maupun tiga angka.

3P% adalah persentase keberhasilan tembakan tiga angka.

Sementara FT% adalah persentase keberhasilan free throw.

Misalnya seorang pemain mencatat 50 persen FG, artinya separuh dari percobaan field goal-nya masuk.

Namun, jangan langsung menganggap pemain dengan FG% lebih tinggi selalu lebih hebat. Jenis tembakan yang diambil juga penting.

Pemain yang banyak melakukan tembakan tiga angka tentu memiliki konteks statistik yang berbeda dengan center yang lebih sering mencetak angka di dekat ring.

Plus-minus menunjukkan selisih angka ketika seorang pemain berada di lapangan.

Misalnya sebuah tim mencetak 110 poin dan lawannya 100 ketika seorang pemain berada di lapangan.

Jika selisih yang tercatat untuk pemain tersebut adalah +10, artinya timnya unggul 10 angka selama dia bermain.

Sebaliknya, angka -10 berarti timnya kalah 10 angka selama pemain tersebut berada di lapangan.

NBA mendefinisikan plus-minus sebagai selisih poin ketika pemain atau tim berada di lapangan.

Namun, statistik ini juga tidak bisa dibaca sendirian.

Seorang pemain bisa memiliki +15 karena bermain bersama starter terbaik timnya, sementara pemain lain mungkin memiliki angka negatif karena lebih sering bermain bersama unit cadangan.

Kalau kamu melihat tulisan DNP di box score, jangan bingung.

Artinya, pemain tersebut masuk dalam daftar tim tetapi tidak bermain dalam pertandingan.

Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari cedera, keputusan pelatih, hukuman, hingga alasan lainnya.

Kalau ditulis DNP-CD, biasanya berarti Did Not Play - Coach's Decision, atau pemain tidak dimainkan berdasarkan keputusan pelatih.

Terakhir, ada istilah yang sering terdengar menjelang pertandingan berakhir.

Garbage time adalah periode ketika selisih skor sudah sangat jauh sehingga peluang tim yang tertinggal untuk mengejar kemenangan menjadi sangat kecil.

Pada situasi ini, pelatih biasanya mulai memberikan menit bermain kepada pemain cadangan.

Namun, tidak ada batas angka resmi yang menentukan kapan sebuah pertandingan otomatis masuk garbage time.

Karena itu, istilah ini lebih merupakan istilah umum dalam pembicaraan basket daripada kategori resmi dalam statistik pertandingan.

Setelah tahu istilahnya, NBA jadi lebih mudah diikuti

Pada awalnya memang terlihat seperti banyak istilah yang harus dihafalkan.

Padahal, kamu tidak perlu langsung menguasai semuanya.

Mulai saja dari yang paling sering muncul: assist, rebound, turnover, steal, block, fast break, pick and roll, possession, clutch dan shot clock.

Setelah terbiasa menonton beberapa pertandingan, istilah seperti switch, closeout, spacing sampai and-one akan mulai terasa natural.

Dan ketika sudah mulai membaca box score, kamu juga akan lebih mudah memahami kenapa seorang pemain bisa dianggap tampil bagus meski tidak mencetak 30 poin.

Karena basket bukan cuma soal siapa yang paling banyak memasukkan bola.

Ada rebound, assist, pertahanan, efisiensi, keputusan dalam possession, sampai pekerjaan kecil seperti screen yang tidak selalu terlihat di kolom statistik.

Semakin paham istilahnya, semakin banyak detail kecil dalam pertandingan yang bisa dinikmati, demikian mengutip NBA dan FIBA.